Hot!

Other News

More news for your entertainment

Perkembangan Terbaru Jalan Tol Malang Pandaan (Mapan)

Perkembangan Terbaru Jalan Tol Malang Pandaan (Mapan)

UPDATE TERBARU 4 DESEMBER 2018

- Ruas tol yang bisa digunakan seksi 1 sampai 3. Kalau berjalan sesuai rencana maka difungsionalkannya mulai 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019. masih akan diberlakukan batas waktu kendaraan melintas di ruas tol tersebut, yakni diperbolehkan masuk tol mulai pukul 06.00 WIB dan akan ditutup pada pukul 17.00 WIB.

- Tol seksi 1 sampai 3 akan resmi dioperasikan mulai Januari 2019

- Seksi 4 siap dioperasionalkan Februari 2019,

- Seksi 5 pada Juni 2019.

- Exit atau pintu keluar, masing-masing di Pandaan sekitar Purwodadi, kemudian di Lawang, di Singosari sekitar Karanglo, di Pakis di arah menuju Bandara Abdurahman Saleh, dan di Malang sekitar Sawojajar.

Sumber: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Gatot Sulistiyo Hadi seperti dikutip dari Antara, Selasa (4/12).

RINCIAN LIMA SEKSI PEMBANGUNAN JALAN TOL MALANG PANDAAN

Seksi 1 yang menyambungkan Pandaan hingga Purwodadi sepanjang 15,47 kilometer,

Seksi 2 Purwodadi-Lawang 8,05 kilometer,

Seksi 3 Lawang-Singosari 7,10 kilometer,

Seksi 4 Singosari-Pakis 4,75 kilometer

Seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,11 kilometer.

PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN

2 November 2018

Awal 2019, Tol Mapan Beroperasi

MALANG – Pembangunan jalan tol Malang – Pandaan (Mapan), sudah mencapai 75 persen. Pada awal tahun 2019 nanti, ditargetkan sudah bisa beroperasi. Demikian disampaikan Dirut Jasa Marga Tol Mapan, Agus Purnomo dikonfirmasi Malang Post.
“Kami upayakan, bulan Januari 2019 sudah bisa beroperasi,” ungkapnya. Tol Mapan yang nantinya dioperasikan adalah jalur tol mulai Pandaan sampai pintu keluar Karanglo, Singosari. Panjangnya sekitar 30 kilometer.

Sedangkan untuk jalur tol yang melintas Pakis, dikatakannya masih menyusul. “Untuk jalur tol dari Karanglo, Singosari ke selatan, penyelesaian pembangunannya menyusul. Sebab pemerintah ataupun BPN masih belum bisa membebaskan lahan,” ucap dia.
Menurutnya, ada sekitar 100 bidang lahan belum dibebaskan. Lebih lanjut, Agus mengatakan, sekarang ini pihaknya masih menyelesaikan beberapa kontruksi. Diantaranya seperti pembangunan perlintasan, pengerasan jalan, serta beberapa pengerjaan tanah yang kurang.

Termasuk ketika semua kontruksi selesai, dilanjut pengecatan dan pemasangan rambu. Kalau sampai akhir 2018 ini, target penyelesaian pembangunan Tol Mapan selesai, maka akan segera dilakukan uji kelayakan.

“Kemudian menunggu SK penetapan pengoperasian dan peresmian. Harapannya awal 2019 bisa diresmikan dan mulai beroperasi,” kata dia. Tol Mapan ini, setidaknya akan mengatasi kemacetan lalu lintas yang selama ini terjadi di sepanjang jalan raya Lawang sampai Singosari.

Terutama pada saat weekend atau hari libur nasional. “Nantinya untuk Tol Mapan akan ada tiga titik loket tol. Loket pertama ada di daerah Purwodadi, kedua di wilayah Lawang dan terakhir di Karanglo, Singosari,” pungkas pria ini. (agp/mar)

Sumber: Malang Post

5 Oktober 2018

Pengerjaan konstruksi Jalan Tol Pandaan-Malang untuk seksi 1 mencapai 87,157 persen.

Untuk seksi 2 mencapai 63,118 persen,

Seksi 3 sekitar 75,188 persen,

Seksi 4 mencapai 47,532 persen,

Seksi 5 mencapai 23,112 persen.

Berita Detik.com 4 Oktober 2018

Proyek Tol Pandaan-Malang sepanjang 38,48 km sedang berjalan. Saat ini progres konstruksi mencapai 71%.

"Progres secara keseluruhan untuk konstruksi 71 persen dan progres lahan (yang sudah dibebaskan) 90 persen," kata Dirut PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang, Agus Purnomo saat media visit Tol Pandaan-Malang, Kamis (4/10/2018).

Agus mengatakan proyek Tol Pandaan-Malang mempunyai 5 seksi ini, 3 seksinya diantaranya dipastikan selesai konstruksi awal Desember 2018.

"Target kami konstruksi (pengerjaan) awal Desember seksi 1-3 sepanjang 30 km sudah selesai. Jika seluruh seksi (5 seksi) kemungkinan awal triwulan 2019," katanya.

Setelah konstruksi rampung, operasional Tol Pandaan-Malang seksi 1-3 harus melewati uji kelayakan. Meski harus uji kelayakan, tol Pandaan Malang rencananya akan dibuka fungsional saat Natal dan Tahun Baru.

"Seksi 1-3, fungsional atau non tarif saat Natal Tahun baru kemungkinan besar buka, kita siap. Untuk dibuka normal kita menunggu uji kelayakan dan kita perkirakan awal 2019 sudah operasional (seksi 1-3)," lanjut Agus.

Agus menambahkan tarif tol yang memiliki 4 rest area ini di bawah Rp 1.000/km. "Saya pastikan tidak akan lebih dari 1.000/km," tambah Agus. []

Kisah Nyata Mantan Pengikut Kelompok Radikal


Mengapa Saya Pernah Mendukung Kelompok Intoleran Radikal

-Thread-
Sebelumnya maaf kalo threadnya bakal panjang. Saya coba runut mulai dari proses awal mendalami ajaran agama dan kenapa akhirnya saya bisa kenal dan mendukung kel. radikal. Sampai terbuai janji khilafah kaya adek adek yg di pidio kemaren wkwkwkwkwk surem :(

Cc Kang @rasjawa
Maksud saya bercerita di sini ingin meluapkan keresahan melihat banyaknya orang2 awam yg terbuai 'propaganda'. Mungkin juga bs jadi masukan buat kalian yg bingung "saya niatnya mendalami agama tapi ko ada yg ga sreg ya".

Kalian ga sendiri. Saya pernah melewati itu..
Sebelum saya bercerita, saya sadar saya belum jd muslim yg baik. Kalopun saya ga pantas membahas hal ini dlm kapasitas sebagai muslim, maka saya akan bicara sebagai seorang anak bangsa yg sedang lara karena melihat negerinya mulai dikoyak kaum radikalis.
Jujur saya sedih melihat orang2 yg intoleran. Yg merasa paling benar yang lain sesat, bid'ah. Atau lebih parah lagi..orang2 yg kini mendukung khilafah dengan bangganya.
"Perkenalan" saya dgn kelompok tsb bermula dari majalah Islami langganan keluarga. Sejak 2003-2008, kami langganan 3 majalah Islami. Majalah yg satu segmennya wanita muslim. Yg satu buat remaja muslim. Satu lagi kayanya lebih ke segmen umum tp isinya ga jauh dari thogut, jihad
Cukup populer ko majalahnya..hehehe..
Bertaun2 langganan, jadi pembaca setia, tentu doong ajaran dari majalah2 tsb udah khatam merasuk ke dalam sukma. Amat sangat mempengaruhi pemikiran.

Sebuah proses internalisasi nilai yang begitu panjang. Halus namun efektif.
Namanya baca majalah Islami, ya saya sendiri kaya dapet hidayah lah istilahnya. Dulu juga udah gencar seruan hijrah. Jadii sebelum hijrah "ngetrend", saya udah mengenal dunia hijrah belasan taun lalu. Cuman dulu karna belum ada media sosial, jadi ga booming kaya sekarang.
Bayangkan posisi saya kala itu. Seorang anak muda labil yg tiba2 menemukan oase untuk kegersangan ladang batinnya.. fase yg sangat menentramkan, bukan? Saya rasa mereka yg kini hijrah juga begitu. Menemukan kedamaian. Nikmat sekali rasanya..
Karna waktu itu saya tinggal di desa, akses internet terbatas, kajian/liqo ga masuk desa, internalisasi nilainya ya didapet dari media cetak tsb.

Jadi kalo yg lain hijrah karna ikut kajian atau dari media sosial, saya hasil 'pengkaderan via media cetak'. Tp sama efektifnya
Paham kan rasanya sedang dimabuk agama, diajari begini saya manut. Begitu, manut. Apalagi ga ada narasi counter attack. Saya emang ngaji sama Ustadzah di kampung, tapi mereka kala itu belum sadar ada paham2 ekstrim yg sedang disosialisasikan.
Saya ringkas aja deh takut melebar.

Saya memang merasakan kedamaian tapi tanpa sadar di saat yg sama saya menjadi intoleran krn dijejali paham2 ini:

1. Saya mudah mencurigai non muslim. Karena isu soal kristenisasi, hinduisasi, dll.cukup sering diangkat dan diulas
2. Menyebut non muslim dengan sebutan kafir. Saking membudayanya, kita jadi merasa biasa aja nyebut kafir. Padahal tanpa saya sadari itu bibit intoleran. Nurani dan etika saya mengatakan agar saya menghormati saudara non muslim mulai dari hal sesederhana ini
Bukankah mereka yg bukan saudara seiman adalah saudara dalam kemanusiaan?

Jika kalian terbiasa dan membenarkan penyebutan kafir dengan segenap argumen kalian, silakan. Tapi saya memilih menjadi orang yg menghormati penganut agama lain mulai dari hal sekecil ini.
3. Nah, jangankan sama non muslim, sama saudara seiman tapi beda aliran aja dijejali paham2 kalo mereka sesat.

Dulu saya setuju tahlilan bid'ah.. Maulidan ga ada dalilnya. Duhai.. Agama jadi terasa tekstual. Kaku. Asing. Ga nyatu sama ritme sosial budaya.
4. Saya dulu jadi antipati dengan Gus Dur, dgn Nurcholis Majid. Karena saya diajari kalo sosok2 tsb tokoh yg berbahaya.

ya jelas, cendekiawan muslim dianggap berbahaya bagi mereka yg konservatif. Saya baru paham skrg.
5. Saya jg ga ngerti kenapa selalu disuguhin teori konspirasi. Dikit2 zionis, yahudi. Lagu Balonku aja dibilangnya konspirasi menjatuhkan umat Islam. Astaga. Kebodoran yang hakiki teu sih 😅

Oleh mereka, Islam selalu digambarkan tertindas, terancam..
6. Ngomong harus serba ana antum akhi ukhti. Padahal harusnya bedain mana atribut agama mana atribut budaya. Tp saya kini paham, itu salah satu upaya melepaskan identitas kebangsaan. Karna ketika identitas itu mengabur, maka jangan tanya soal nasionalisme.
Soal penggunaan bahasa ini keliatannya sepele. Silakan sebut saya berlebihan. Tapi renungkan saja sendiri, salah satu cara menggoyahkan nasonalisme dimulai dengan mengaburkan identitas kebangsaan.
7. Sejak dulu sudah dijejali kalo pancasila itu thogut. Pemerintah zalim. Indonesia harus ganti sistem. Iya, aq pernah percaya dan merindukan khilafah. Kayanya kalo ga insaf, aq skrg adalah follower babang Felix gitu deh, uwuwuwuwuwu. KHILAFAH ADALAH SOLUSY!!!!1!!!
Memang dari dulu juga kontra sama pemerintahan, karena jelas mereka punya kepentingan politik. Kelompok ini baru pro sama penguasa kalo penguasa tsb merangkul mereka. Semacam simbiosis mutualisme. Termasuk yg terjadi sekarang. Hehe. Ngerti lah ya
7. Yang paling parah, saya percaya kalo aksi bom bunuh diri itu JIHAD dan para pelakunya PEJUANG di jalan Allah. Ini hal paling saya sesali. Kemanusiaan saya lenyap hanya karena saya percaya mereka tengah berjuang menegakkan agama Allah
Menurut saya puncak kengerian dari mendukung gerakan radikalis itu adalah ketika kemanusiaanmu lenyap. Tidak apa2 ada bom. Ada kehancuran. Itu semua demi tegaknya agama Allah kelak.
Setiap kali ada bom bunuh diri yg merenggut nyawa, saya seakan merasa itu jihad jihad jihad! Begitu menggelora semangat juang di dalam dada..

Betapa hina pemikiran saya dulu. Itu sama saja seperti menganggap Allah haus darah...
Saya kala itu percaya Amrozi pahlawan. Imam Samudera pahlawan. Karena saya membaca liputan di majalah itu tentang spirit kepahlawanan mereka.

Ngeri kalo diinget-inget lagi. Saya ga sadar saya sedang mendukung pembunuh. Saya sedang merayakan tragedi kemanusiaan.
Saya meminta maaf kepada seluruh korban aksi bom, karena nurani saya dulu terbutakan. Saya telah mendukung pembunuh kalian, perusak hidup kalian. Bagi korban selamat, semoga hidup kalian lebih baik, semoga selalu dilindungi. Maafkan saya yang pernah khilaf..
Begitulah proses saya brkenalan sampai akhirnya mendukung gerakan intoleran radikal. Inti dari thread ini:
1. Media propaganda mereka berupa apa saja. Online maupun offline, trmasuk media cetak.Saya yakin saya bukan satu2nya pelanggan majalah yg akhirnya mndukung gerakan radikal
2. Ada proses panjang bagaimana seseorang akhirnya menjadi pendukung gerakan intoleran radikal. Diawali dari mengajak mereka hijrah untuk merasakan atmosfir keagamaan. Iya, ga bs dipungkiri kalo seruan hijrah ini bukan tanpa embel-embel. Hijrah ini hanya semacam pembuka

Dikutip dari akun twitter: @HanaNuraini90

Bendera Kalimah Tauhid HTI

Bendera Kalimah Tauhid HTI
Bendera Kalimah Tauhid yang dipakai Rasulullah itu seperti apa? Apakah seperti bendera HTI ISIS Al Qaidah dan Arab Saudi? Berikut penjelasan singkat dari kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun

Twitter Sam Ardi:
Seorang 'alim, sosiolog dan sejarawan muslim bernama Ibnu Khaldun pernah menulis sebuah kitab yang menjadi rujukan para sarjana baik muslim maupun Barat, kitab tersebut berjudul Muqaddimah (Ind: Pengantar)

Pada kitab tersebut, saya menemukan pembahasan khusus mengenai royah (bendera) dan liwa (panji). Menurut Ibnu Khaldun di dalam kitabnya halaman 201, bendera dan panji merupakan atribut khas pemimpin yg membedakan dia dg pemimpin lainnya.

Masih di halaman yang sama Ibnu Khaldun menuturkan bahwa pengibaran bendera dan panji, dilakukan pada saat situasi perang, disertai pukulan terhadap genderang serta tiupan terompet.

Apa maksud semua itu? Mengapa di dalam medan perang perlu memperlihatkan itu semua? Menurut Ibnu Khaldun, ini merupakan bentuk perang urat syaraf sebelum perang sesungguhnya karena itu semua mempengaruhi emosional orang-orang yang berada di sekitar medan perang

Di halaman selanjutnya, 202, dijelaskan oleh Ibnu Khaldun, bendera perlu diperbanyak dan dibentangkan bertujuan menimbulkan rasa takut terhadap musuh. Hal ini untuk menimbulkan reaksi psikologis atas diperlihatkannya simbol-simbol tersebut

Ibnu Khaldun menjelaskan pula bahwa bendera dipergunakan sebagai si'ar perang sejak dunia diciptakan. Pun demikian dengan masa Rasulullah dan para khalifah setelahnya.

Dinasti Abbasiyah dan setelahnya juga menggunakannya. Tidak ada ukuran dan model spesifik, sehingga antar Dinasti yang berkuasa setelah Khulafa al Rasyidin berbeda-beda warna dan bentuknya.

Ibnu Khaldun memberikan contoh, pada Dinasti Abbasiyah, royah atau bendera mereka menggunakan warna hitam dg maksud sebagai bentuk bela sungkawa terhadap para syuhada Bani Hasyim dan sebagai celaan kepada Bani Umayah yang membunuh mereka. Royah tadi diberi nama al Musawwadah

Bani Thalib saat itu juga menggunakan bendera berwarna putih dg nama al Mubayyadhah. Al Ma'mun ketika naik tahta tidak juga menggunalan warna hitam atau putih, tetapi dia menggunakan warna hijau.

Pindah tempat dan linimassa, kita ke Andalusia di Eropa. Menurut Ibnu Khaldun, pada masa Sultan Abu al Hasan, royah dibuat dari kain sutera dan dihiasi oleh emas.

Pada masa daulah Turki, mereka juga membuat bendera yang besar, yg pada ujungnya dipasang ikatan rambut. Mereka menamakan al Syaalisya dan al Jinra, keduanya merupakan penanda atau atribut Sultan

Pada masa tersebut saking banyaknya bendera yang dibuat, mereka memberikan nama bendera-bendera itu dg nama al Sanajiq, bentuk jamak dari sanjaq, artinya bendera. Para panglima dan pejabat boleh membuat, kecuali al Jinra, karena itu khusus untuk Sultan.

Begitulah penuturan Ibnu Khaldun di dalam kitabnya Muqaddimah, selesai di halaman 203.

Twitter Nadirsyah Hosen: "HTI itu pondasinya rapuh. Pakai Hadits khilafah ‘ala minhajin nubuwwah: ternyata dha’if. Mengklaim pakai bendera Rasul: ternyata Haditsnya dha’if. Orang NU pakai Hadits dha’if itu utk fadhail amal, bukan utk ngancurin NKRI yg berdiri atas perjuangan & kesepakatan para ulama."

“Mayoritas Ulama berpendapat makruhnya menulis ayat-ayat Al-Quran dan Kalimat Thoyyibah pada tembok, bendera, atap rumah dan lain sebagainya. Bahkan, sebagian ulama mengatakan haram. (Tafsir Al-Qurtubi)

Buku Ahlussunnah Wal Jamaah

Buku Ahlussunnah Wal Jamaah

Judul lengkap: Ahlussunnah Wal Jamaah : Islam Wasathiyah, Tasamuh, Cinta Damai
Penulis: A. Fatih Syuhud
Penerbit: Pustaka Al-Khoirot, Malang.
Tahun terbit cetakan kedua: Juni 2018
Harga versi cetak: 60.000 (di luar ongkos kirim)
Versi digital: belum tersedia
Halaman: xxiv + 446 = 470
Pesan via email: info@alkhoirot.com
Pesam via WA/SMS: 0815-5325-6855

Deskripsi:

Pengikut Ahlussunnah Wal Jamaah adalah mereka yang secara aqidah mengikuti madzhab aqidah Asy’ariyah dan Maturidiyah. Termasuk juga aqidah “Ahlul Hadits yang Representatif.” Secara fiqih mengikuti salah satu madzhab fiqih yang empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali). (Termasuk Ahlussunnah adalah) pengikut tasawuf yang bersih secara ilmu, akhlak dan penyucian diri menurut tarekat Imam Al-Junaid dan para Sufi yang mengikuti manhaj Al-Junaid. Yaitu manhaj tasawuf yang tidak bertentangan dengan syariah.

Aturan Lama Menatap Layar Gadget Bagi Anak

Aturan Lama Menatap Layar Gadget ponsel pintar, laptop dan komputer Bagi Anak

Berikut merupakan rekomendasi aturan lama menatap layar elektronik bagi anak-anak dari AAP (Association of American Pediatrics).

1. Bayi 0-18 bulan: tidak boleh menatap layar
Bayi yang berusia di bawah 18 bulan tidak dianjurkan untuk menatap layar sama sekali. Menghindari layar untuk usia ini penting bagi perkembangan otak dan meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak.

"Kebisingan dan aktivitas layar mengganggu bayi," kata penulis Children and Adolescents and Digital Media Technical Report dan juga profesor di UCLA Yolanda Reid Chassiakos, dikutip dari CNN.

Chassiakos menjelaskan pengaruh layar pada bayi bahkan dapat bersifat tidak langsung. Misalnya, ketika ibu mengasuh bayi sambil menonton TV, bayi dapat terstimulasi lewat suara dan cahaya yang dapat menyebabkan stres dan gangguan tidur.

Chassiakos menyarankan agar para orang tua tidak mengasuh bayi sambil melakukan kegiatan yang menatap layar. Ketika orang tua benar-benar fokus mengasuh bayi, terutama kontak mata, dapat merangsang perkembangan otak.

2. Anak usia 2-5 tahun: satu jam per hari
Pada balita, AAP merekomendasikan agar para orang tua lebih memprioritas waktu berbaik dengn cara yang kreatif. Anak pada usia ini dapat diperkenalkan dengan dunia digital, tetapi terbatas hanya satu jam per hari.

Mereka dapat menggunakan media digital untuk menonton tayangan yang bermanfaat atau bermain sambil belajar. AAP menyarankan balita menggunakan media tatap muka yang interaktif seperti video call. Cara ini dapat merangsang anak untuk berkomunikasi dan berpikir.

3. Anak usia 6 tahun ke atas: dibatasi
Pada usia ini, anak sudah dapat berpikir dengan baik sehingga orang tua memegang peran penting untuk membatasi penggunaan media digital.

Lama waktu menatap layar setiap harinya tergantung pada kebutuhan anak dan keluarga. Tetapi, penggunaannya mesti diprioritaskan untuk kegiatan produktif ketimbang hiburan.

"Rata-rata anak bersekolah, membuat PR, setidaknya satu jam aktivitas fisik, kontak sosial lalu tidur - ini sekitar delapan sampai 12 jam. Sisanya dapat digunakan untuk menatap layar," ucap Chassiakos.

AAP menyarankan agar waktu menatap media digital initidak menggantikan waktu lain untuk aktivitas fisik, tidur dan interaksi sosial. Orang tua juga harus menjadi mentor bagi anak saat menggunakan media digital. (ptj/chs)

Sumber: CNN Indonesia