Hot!

Other News

More news for your entertainment

Peter Gontha: Hutang Jokowi Rp. 16 Triliun di Periode Pertama

Analisis Peter F Gontha..., bahwa utang Jokowi hanya Rp. 16 T. dalam 4 tahun pemerintahannya...:

Salah satu tuduhan haters yang tersebar di medsos..., adalah Jokowi membuat Indonesia ketiban utang raksasa.

Bayangkan..., utang Indonesia mencapai Rp.5000 Triliun (5000 T).

Buaanyaaak sekali..., bagaimana bisa membayarnya.....?

Doni..., sopir Grabcar di Bekasi...., termakan isu itu...., ia memaki-maki Jokowi melalui medsos.

Seorang advokat di Cikampek..., Elyasa SH..., mengumbar kebencian terhadap Jokowi dengan menulis utang negara 5000 T tadi.

Tohir..., seorang da’i di Lampung..., teman Elyasa di Yogya...; melakukan hal sama.

Indonesia..., menurutnya..., akan bangkrut di tangan Jokowi..., karena utang yang sundul langit.

Benarkah demikian....?

Peter F Gontha...., pengusaha sukses pendiri RCTI..., SCTV..., Berita Satu..., Indovision..., dan First Media...; menyodorkan data dan fakta..., bahwa Indonesia di era Jokowi tidak akan bangkrut..., bahkan akan melejit perekonomiannya..., karena Jokowi bukan penumpuk utang.

Malah..., dialah presiden yang menurunkan utang Indonesia.

Gontha..., di awal tulisannya, menyebutkan...: Di dunia ini..., ada tiga negara yang terancam bangkrut pada tahun 2018 karena krisis moneter....; yaitu Turki..., Venezuela..., dan Malaysia.

Seperti dilansir Reuters..., Menteri Keuangan Malaysia Lim Guang Eng menjelaskan..., total utang Malaysia mencapai 1.087 triliun ringgit. (sekitar Rp3.500 T)..., pada 31 Desember 2017.

Konon..., utang tersebut berhilir pada kasus mega korupsi mantan Perdana Menterinya..., Najib Razak beserta istrinya.

Nasib perekonomian Negeri Jiran pun di ujung tanduk....; warga Malaysia membuat gerakan aksi melunasi utang dengan cara iuran atau patungan.

Ini dilakukan melalui sebuah situs crowdfunding....; di samping itu, PM Mahathir Mohamad memotong gaji para Menteri dan anggota parlemen seluruh negara bagian sebesar 10%..., untuk mengurangi utang yang mencapai 1.087 T Ringgit itu.

Betul...., utang Indonesia lebih besar dari Malaysia.

Berdasarkan laporan Bank Indonesia..., pada akhir April 2018..., jumlah utang luar negeri (ULN) berada di angka 356,9 Miliar USD...., atau sekitar Rp 5.000 T.

Pertanyaannya...: Kenapa Malaysia terancam bangkrut..., sementara Indonesia tidak....?

Demikian pertanyaan Gontha...., pria yang mendapat julukan “Rupert Murdoch” Indonesia (karena memiliki media massa) itu..., menjawab sendiri pertanyaannya.

Menurut Gontha..., hal itu terjelaskan dari rasio utang negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Utang Malaysia memang hanya Rp 3.500 triliun...., tapi rasionya terhadap PDB lebih dari 60%.

Sebaliknya Indonesia..., meski berutang hingga Rp 5.000 T..., namun rasio utangnya terhadap PDB hanya 29%.

Dengan rasio utang yang lebih dari 60% PDB..., Malaysia akan sulit membayar cicilan utangnya.

Hal ini akan membawa efek berantai kondisi moneter Malaysia..., tulis mantan akuntan di City Bank New York itu.

Tahun-tahun sebelumnya..., Malaysia jarang sekali punya utang lebih dari 300 Miliar Ringgit.

Utang yang mencapai 1.087 Triliun Ringgit itu terjadi akibat dugaan kasus korupsi di 1MDB (1 Malaysia Development Berhad).

1MDB adalah semacam BUMN..., yang didirikan mantan PM Najib Razak untuk menghimpun dana pembiayaan proyek infrastruktur Malaysia.

Turki..., nyaris bangkrut karena pemborosan dan salah kalkulasi..., sedangkan Venezuela bangkrut karena dulu..., di jaman Hugo Chavez..., terlalu menina-bobokan rakyatnya dengan subsidi macam-macam..., yang berasal dari petro dolar.

Akibatnya..., ketika harga minyak jatuh..., negeri pun kolaps.

Keuangan negara ambles...., rakyat marah karena harga-harga melejit..., dan dunia internasional tak mempercayainya lagi.

Indonesia Hebat.....!!

Tulis Gontha...: Ada yang salah dari kritik oposisi terhadap utang pemerintah.

Mengapa....?

Karena cerita balutan utang yang dikritik oposisi hanya menekankan kata "utangnya saja"..., tanpa penjelasan komprehensif.

Oposisi hanya mengkritik sisi kritisnya..., sedangkan sisi prospeknya disembunyikan.

Soal utang negara..., tulis Gontha..., sepanjang pemerintahan Jokowi tercatat sekitar Rp 1.644,22 T.

Bila utang Era Jokowi tadi ditambah dengan utang Era SBY (sampai tahun 2014 sebesar Rp 2.608,8 T)..., memang jumlahnya besar sekali.

Per-Juli 2018..., tercatat 4.253,02 T.

So..., utang Jokowi hanya Rp 1.644,22 T...., tapi oposisi mengangkatnya menjadi Rp.5000 T.

Padahal..., jika cermat itung-itungannya..., utang Jokowi jauh lebih kecil dibanding utang SBY.

Pertanyaan berikutnya..., tulis Gontha..., manfaat apa yang dirasakan rakyat dari utang Era Jokowi.....?

Jawabnya adalah...:

Pembangunan infrastruktur secara massif di seluruh Indonesia...!

Mulai infrastruktur air..., pertanian..., listrik..., BBM (satu harga)..., dan jalan raya.

Semua wilayah terisolasi dibuka...., Jokowi membuka gerbang konektivitas seluruh nusantara...., mulai dari wilayah terpencil..., termasuk perbatasan (dengan negara lain)..., dan wilayah terdepan di pulau-pulau kecil di tengah Samudera Hindia dan Pasifik.

Tak hanya itu...., dda yang luput dari perhatian publik.

Jokowi selain menambah utang..., juga membayar utang yang jumlahnya cukup besar.

Lihat data...:

Total utang jatuh tempo dari 2014 (Era SBY) hingga 2018 (Era Jokowi)..., yang dibayar pemerintah mencapai Rp.1.628 T.

Utang yang dibayar ini merupakan pinjaman dan surat berharga negara (SBN).

Pada tahun 2014 misalnya..., pemerintahan Jokowi membayar utang jatuh tempo Rp.237 T.

Tahun 2015..., sebesar Rp.226,26 T.

Tahun 2016..., sejumlah Rp.322,55 T.

Sedangkan tahun 2017..., sebesar Rp 350,22 T.

Bahkan tahun 2018 di tengah isu miring..., Jokowi membayar utang senilai Rp 492,29 T.

Jokowi berutang Rp 1.644 T..., tapi mampu membayar utang Rp 1.628 T.

Artinya..., utang Jokowi sejatinya cuma Rp 16 T dalam 4 tahun kepemimpinannya.

Bandingkan dengan utang tinggalan SBY selama 10 tahun..., yang mencapai Rp.2.608.8 Triliun.

Kenapa Era SBY utangnya demikian besar....?

Karena untuk menyubsidi BBM Rp.300 Triliun/tahun...., belum lagi rente yang dicatut broker minyak Petral di Singapura.

Kedua kanker tersebut telah dipotong Jokowi.

Gontha..., akuntan handal lulusan Praehap Institute di Belanda itu bertanya..., apakah hal itu bisa disebut gali lubang tutup lubang....?

No...., hanya pebisnis anak papi dan mami yang menyatakan pemerintah berutang untuk gali lubang tutup lubang..., tulis mantan Vice Presiden American Express Bank Asia yang mulai berbisnis dari bawah itu.

Jokowi..., sebelum jadi presiden adalah pengusaha handal.

Ia bukan pengusaha rente...., bukan pengusaha Papa minta saham.

Hidup dalam berbisnis..., tulis Gontha..., perlu modal....; dan modal didapat dari utang.

Dengan berutang..., pelaku bisnis bisa membeli aset..., atau alat penggerak usaha...., dan hasilnya bisa untuk membayar utang.

Lihat driver gojek...; awalnya berutang untuk beli motor...., motor itu untuk ojek online (ojol).

Pendapatannya dari ojol bersih..., katakan antara Rp.5 - 8 juta sebulan.

Ia bisa menghidupi anak istrinya..., dan melunasi cicilan motornya.

Motor pun kemudian jadi aset sang driver.

Itu pula yang dilakukan negara.

Asal kalkulasinya cermat..., utang itu akan terbayar dan negara punya aset.

Hebatnya lagi..., tidak seperti motor yang nilai intrinsiknya terus turun dari tahun ke tahun....; jalan tol..., pelabuhan..., bendungan..., dan bandara nilai intrinsiknya makin lama makin mahal.

Negara pun berlimpah aset berharga...., kaya.

Jokowi selama 4 tahun mampu membayar utang Rp.1.628 Triliun.

Jokowi berjanji tidak akan menambah utang lagi..., khususnya utang luar negeri berbasis USD.

Jokowi juga menginginkan semua pembangunan infrastruktur rampung secepatnya...., artinya infrastruktur tersebut segera menghasilkan uang.

Kalau dalam 4 tahun Jokowi bisa membayar Rp 1.628 triliun...., lalu setiap tahunnya pendapatan negara meningkat karena infrastruktur yang dibangunnya telah menghasilkan uang..., maka besar kemungkinan Indonesia bisa membayar utang lebih besar dari angka jatuh tempo sebelumnya.

Bila itu terjadi..., tulis Gontha (akuntan kaliber internasional)..., sekitar 10 tahun lagi, Indonesia akan bebas utang.

Woooww....

Bila tercapai..., Indonesia akan tumbuh menjadi negara kuat dan makmur.

Semoga tulisan ini mencerahkan....
Tks mas broo.. Buyung Kaneka Waluya.

Dicopas dari Facebook 28 Agustus 2019

Pengakuan Pemred Playboy tentang FPI

Pengakuan dan pernyataan Pemred Playboy Erwin Arnada tentang Ormas FPI (Front Pembela Islam) berdasarkan cuitannya di Twitter melalui akun twitternya @ErwinArnada dan dimuat kembali di Tempo.co.

Blakblakan @ErwinArnada tentang Ormas

TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Indonesia, Erwin Arnada, bicara blakblakan mengenai pengalamannya dengan salah satu organisasi massa. Melalui akun Twitter @erwinarnada, ia curhat mengenai fakta dalam proses persidangannya.

Dalam kicauannya, @erwinarnada membeberkan upaya damai dengan organisasi massa itu. Namun, @erwinarnada tak menyebutkan nama organisasi massa ini. Berikut kutipan dalam linimasa @erwinarnada yang ditulis pada Minggu 12 Februari 2012:

@erwinarnada: Nih ya, buat yg ngeyel belain ormas pengacau itu. Gw ceritain gimana mrk sangat \'ekonomis\', artinya koar- koar Allahu Akbar demi uang.

@erwinarnada: Bermula saat saya menang sidang di PN jakarta selatan. April 2007. Tau mrk kalah, lima panglima ormas coba baik-baikin sy. Nyusul ke bali.

@erwinarnada: 3 anggota ormas bikin deal, gak akan naik banding ke pengadilan tinggi. 2 syaratnya: minta diundang ke bali dan dibayarin naik haji. so funny.

@erwinarnada: Akhirnya sy coba ikutin. Tp cuma kasi 2 org ongkos naik haji. Trus 3 orang boleh diundang ke bali krn kantor playboy pindah ke bali

@erwinarnada: Asisten sy @13Rudi yg nemenin 3 anggota ormas saat di Bali. Diajak ke bacio dan double six. Minum JD tanpa malu-malu. Mulai jelas munafiknya

@erwinarnada: Minta duit akomodasi 3 hari di bali. Sy kasi. Di Huu Bar mrk minta disediain cw bule ke kami. Di sini saya teriak \"kita bukan pimp, tai!

@erwinarnada: Sy bilang jg bule yg ke bali bkn pelacur. Jgn asal! Asisten sy @13Rudi akhirnya sy minta ajak mrk hangout ke tmpat mrk pilih. Dibayarin semua.

@erwinarnada: Sampe hari ini sy gak tau tuh mrk dibawa ke mana sama asisten sy. Yg jelas mereka puas. Dan nyanjung2 sy sebagai panglima playboy pemberani.

@erwinarnada: 3 bulan kemudian, sy dikasitau kalo pelapor sy ajukan banding ke pengadilan tinggi. f*** ! Sy diboongin. Udah foya-foya mrk.

@erwinarnada: sy protes, mrk bilang \"naik banding itu keputusan pusat, kami korwil jakarta selatan\" WTF. Sy curiga duit buat naik haji dipake buat hal lain.

@erwinarnada: Akhirnya sy kalah di kasasi, dijeblosin ke LP Cipinang 8,5 bulan. Sampe akhirnya sy berjuang ajukan PK ke mahkamah agung. Dan dikabulkan.

@erwinarnada: Salah 1 panglima ormas ngunjungi sy di cipinang. Minta maaf, ngaku sudah gak aktif di ormas. Dia keluar krn inget anak istrinya. Dia nyesel

@erwinarnada: Jadi kalo sampe sekarang @13Rudi selalu ngecam ormas tsb, ya wajar. Dia saksi kemunafikan org yg ngaku plg bermoral dan nentang playboy.


Ketika Tempo berusaha menghubungi Erwin perihal kicauannya tersebut, Erwin tidak mau berkomentar lebih jauh. \"Saya lagi shooting, soal ormas saya sudah gak mau bahas lagi. Sudah cukup saya ungkap di Twitter,\" tulisnya dalam pesan pendek kepada Tempo, Selasa, 14 Februari 2012.

Kicauan @erwinarnada ini berbarengan dengan mencuatnya berita penolakan organisasi massa Front Pembela Islam di Palangkaraya.

Pada tahun 2006 Ketua FPI, Rizieq Shihab, mengadukan sembilan orang yang terlibat dalam produksi Playboy Indonesia plus 26 perusahaan yang beriklan di majalah itu ke polisi.


Sembilan orang itu adalah Erwin Arnada (Pemimpin Redaksi), Okke Gania (Fotografer Editor), Bayu Aditya (Fotografer), Ponty Carolus (Direktur), Stephen Walangitang (Direktur), Reza Maulana (Direktur), Andara Early (model), Kartika Oktavianus Gunawan (model), Chia (model), Milinko Rasidic, dan Rosandi.

Rizieq menuding, mereka dan 26 perusahan pengiklan telah menyebarkan pornografi sehingga melanggar KUHP dan Undang-Undang Pers 1990.

ANANDA PUTRI
SUMBER: TEMPO.CO

Perkembangan Terbaru Jalan Tol Malang Pandaan (Mapan)

Perkembangan Terbaru Jalan Tol Malang Pandaan (Mapan)

UPDATE TERBARU 4 DESEMBER 2018

- Ruas tol yang bisa digunakan seksi 1 sampai 3. Kalau berjalan sesuai rencana maka difungsionalkannya mulai 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019. masih akan diberlakukan batas waktu kendaraan melintas di ruas tol tersebut, yakni diperbolehkan masuk tol mulai pukul 06.00 WIB dan akan ditutup pada pukul 17.00 WIB.

- Tol seksi 1 sampai 3 akan resmi dioperasikan mulai Januari 2019

- Seksi 4 siap dioperasionalkan Februari 2019,

- Seksi 5 pada Juni 2019.

- Exit atau pintu keluar, masing-masing di Pandaan sekitar Purwodadi, kemudian di Lawang, di Singosari sekitar Karanglo, di Pakis di arah menuju Bandara Abdurahman Saleh, dan di Malang sekitar Sawojajar.

Sumber: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Gatot Sulistiyo Hadi seperti dikutip dari Antara, Selasa (4/12).

RINCIAN LIMA SEKSI PEMBANGUNAN JALAN TOL MALANG PANDAAN

Seksi 1 yang menyambungkan Pandaan hingga Purwodadi sepanjang 15,47 kilometer,

Seksi 2 Purwodadi-Lawang 8,05 kilometer,

Seksi 3 Lawang-Singosari 7,10 kilometer,

Seksi 4 Singosari-Pakis 4,75 kilometer

Seksi 5 Pakis-Malang sepanjang 3,11 kilometer.

PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN

2 November 2018

Awal 2019, Tol Mapan Beroperasi

MALANG – Pembangunan jalan tol Malang – Pandaan (Mapan), sudah mencapai 75 persen. Pada awal tahun 2019 nanti, ditargetkan sudah bisa beroperasi. Demikian disampaikan Dirut Jasa Marga Tol Mapan, Agus Purnomo dikonfirmasi Malang Post.
“Kami upayakan, bulan Januari 2019 sudah bisa beroperasi,” ungkapnya. Tol Mapan yang nantinya dioperasikan adalah jalur tol mulai Pandaan sampai pintu keluar Karanglo, Singosari. Panjangnya sekitar 30 kilometer.

Sedangkan untuk jalur tol yang melintas Pakis, dikatakannya masih menyusul. “Untuk jalur tol dari Karanglo, Singosari ke selatan, penyelesaian pembangunannya menyusul. Sebab pemerintah ataupun BPN masih belum bisa membebaskan lahan,” ucap dia.
Menurutnya, ada sekitar 100 bidang lahan belum dibebaskan. Lebih lanjut, Agus mengatakan, sekarang ini pihaknya masih menyelesaikan beberapa kontruksi. Diantaranya seperti pembangunan perlintasan, pengerasan jalan, serta beberapa pengerjaan tanah yang kurang.

Termasuk ketika semua kontruksi selesai, dilanjut pengecatan dan pemasangan rambu. Kalau sampai akhir 2018 ini, target penyelesaian pembangunan Tol Mapan selesai, maka akan segera dilakukan uji kelayakan.

“Kemudian menunggu SK penetapan pengoperasian dan peresmian. Harapannya awal 2019 bisa diresmikan dan mulai beroperasi,” kata dia. Tol Mapan ini, setidaknya akan mengatasi kemacetan lalu lintas yang selama ini terjadi di sepanjang jalan raya Lawang sampai Singosari.

Terutama pada saat weekend atau hari libur nasional. “Nantinya untuk Tol Mapan akan ada tiga titik loket tol. Loket pertama ada di daerah Purwodadi, kedua di wilayah Lawang dan terakhir di Karanglo, Singosari,” pungkas pria ini. (agp/mar)

Sumber: Malang Post

5 Oktober 2018

Pengerjaan konstruksi Jalan Tol Pandaan-Malang untuk seksi 1 mencapai 87,157 persen.

Untuk seksi 2 mencapai 63,118 persen,

Seksi 3 sekitar 75,188 persen,

Seksi 4 mencapai 47,532 persen,

Seksi 5 mencapai 23,112 persen.

Berita Detik.com 4 Oktober 2018

Proyek Tol Pandaan-Malang sepanjang 38,48 km sedang berjalan. Saat ini progres konstruksi mencapai 71%.

"Progres secara keseluruhan untuk konstruksi 71 persen dan progres lahan (yang sudah dibebaskan) 90 persen," kata Dirut PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang, Agus Purnomo saat media visit Tol Pandaan-Malang, Kamis (4/10/2018).

Agus mengatakan proyek Tol Pandaan-Malang mempunyai 5 seksi ini, 3 seksinya diantaranya dipastikan selesai konstruksi awal Desember 2018.

"Target kami konstruksi (pengerjaan) awal Desember seksi 1-3 sepanjang 30 km sudah selesai. Jika seluruh seksi (5 seksi) kemungkinan awal triwulan 2019," katanya.

Setelah konstruksi rampung, operasional Tol Pandaan-Malang seksi 1-3 harus melewati uji kelayakan. Meski harus uji kelayakan, tol Pandaan Malang rencananya akan dibuka fungsional saat Natal dan Tahun Baru.

"Seksi 1-3, fungsional atau non tarif saat Natal Tahun baru kemungkinan besar buka, kita siap. Untuk dibuka normal kita menunggu uji kelayakan dan kita perkirakan awal 2019 sudah operasional (seksi 1-3)," lanjut Agus.

Agus menambahkan tarif tol yang memiliki 4 rest area ini di bawah Rp 1.000/km. "Saya pastikan tidak akan lebih dari 1.000/km," tambah Agus. []

Kisah Nyata Mantan Pengikut Kelompok Radikal


Mengapa Saya Pernah Mendukung Kelompok Intoleran Radikal

-Thread-
Sebelumnya maaf kalo threadnya bakal panjang. Saya coba runut mulai dari proses awal mendalami ajaran agama dan kenapa akhirnya saya bisa kenal dan mendukung kel. radikal. Sampai terbuai janji khilafah kaya adek adek yg di pidio kemaren wkwkwkwkwk surem :(

Cc Kang @rasjawa
Maksud saya bercerita di sini ingin meluapkan keresahan melihat banyaknya orang2 awam yg terbuai 'propaganda'. Mungkin juga bs jadi masukan buat kalian yg bingung "saya niatnya mendalami agama tapi ko ada yg ga sreg ya".

Kalian ga sendiri. Saya pernah melewati itu..
Sebelum saya bercerita, saya sadar saya belum jd muslim yg baik. Kalopun saya ga pantas membahas hal ini dlm kapasitas sebagai muslim, maka saya akan bicara sebagai seorang anak bangsa yg sedang lara karena melihat negerinya mulai dikoyak kaum radikalis.
Jujur saya sedih melihat orang2 yg intoleran. Yg merasa paling benar yang lain sesat, bid'ah. Atau lebih parah lagi..orang2 yg kini mendukung khilafah dengan bangganya.
"Perkenalan" saya dgn kelompok tsb bermula dari majalah Islami langganan keluarga. Sejak 2003-2008, kami langganan 3 majalah Islami. Majalah yg satu segmennya wanita muslim. Yg satu buat remaja muslim. Satu lagi kayanya lebih ke segmen umum tp isinya ga jauh dari thogut, jihad
Cukup populer ko majalahnya..hehehe..
Bertaun2 langganan, jadi pembaca setia, tentu doong ajaran dari majalah2 tsb udah khatam merasuk ke dalam sukma. Amat sangat mempengaruhi pemikiran.

Sebuah proses internalisasi nilai yang begitu panjang. Halus namun efektif.
Namanya baca majalah Islami, ya saya sendiri kaya dapet hidayah lah istilahnya. Dulu juga udah gencar seruan hijrah. Jadii sebelum hijrah "ngetrend", saya udah mengenal dunia hijrah belasan taun lalu. Cuman dulu karna belum ada media sosial, jadi ga booming kaya sekarang.
Bayangkan posisi saya kala itu. Seorang anak muda labil yg tiba2 menemukan oase untuk kegersangan ladang batinnya.. fase yg sangat menentramkan, bukan? Saya rasa mereka yg kini hijrah juga begitu. Menemukan kedamaian. Nikmat sekali rasanya..
Karna waktu itu saya tinggal di desa, akses internet terbatas, kajian/liqo ga masuk desa, internalisasi nilainya ya didapet dari media cetak tsb.

Jadi kalo yg lain hijrah karna ikut kajian atau dari media sosial, saya hasil 'pengkaderan via media cetak'. Tp sama efektifnya
Paham kan rasanya sedang dimabuk agama, diajari begini saya manut. Begitu, manut. Apalagi ga ada narasi counter attack. Saya emang ngaji sama Ustadzah di kampung, tapi mereka kala itu belum sadar ada paham2 ekstrim yg sedang disosialisasikan.
Saya ringkas aja deh takut melebar.

Saya memang merasakan kedamaian tapi tanpa sadar di saat yg sama saya menjadi intoleran krn dijejali paham2 ini:

1. Saya mudah mencurigai non muslim. Karena isu soal kristenisasi, hinduisasi, dll.cukup sering diangkat dan diulas
2. Menyebut non muslim dengan sebutan kafir. Saking membudayanya, kita jadi merasa biasa aja nyebut kafir. Padahal tanpa saya sadari itu bibit intoleran. Nurani dan etika saya mengatakan agar saya menghormati saudara non muslim mulai dari hal sesederhana ini
Bukankah mereka yg bukan saudara seiman adalah saudara dalam kemanusiaan?

Jika kalian terbiasa dan membenarkan penyebutan kafir dengan segenap argumen kalian, silakan. Tapi saya memilih menjadi orang yg menghormati penganut agama lain mulai dari hal sekecil ini.
3. Nah, jangankan sama non muslim, sama saudara seiman tapi beda aliran aja dijejali paham2 kalo mereka sesat.

Dulu saya setuju tahlilan bid'ah.. Maulidan ga ada dalilnya. Duhai.. Agama jadi terasa tekstual. Kaku. Asing. Ga nyatu sama ritme sosial budaya.
4. Saya dulu jadi antipati dengan Gus Dur, dgn Nurcholis Majid. Karena saya diajari kalo sosok2 tsb tokoh yg berbahaya.

ya jelas, cendekiawan muslim dianggap berbahaya bagi mereka yg konservatif. Saya baru paham skrg.
5. Saya jg ga ngerti kenapa selalu disuguhin teori konspirasi. Dikit2 zionis, yahudi. Lagu Balonku aja dibilangnya konspirasi menjatuhkan umat Islam. Astaga. Kebodoran yang hakiki teu sih 😅

Oleh mereka, Islam selalu digambarkan tertindas, terancam..
6. Ngomong harus serba ana antum akhi ukhti. Padahal harusnya bedain mana atribut agama mana atribut budaya. Tp saya kini paham, itu salah satu upaya melepaskan identitas kebangsaan. Karna ketika identitas itu mengabur, maka jangan tanya soal nasionalisme.
Soal penggunaan bahasa ini keliatannya sepele. Silakan sebut saya berlebihan. Tapi renungkan saja sendiri, salah satu cara menggoyahkan nasonalisme dimulai dengan mengaburkan identitas kebangsaan.
7. Sejak dulu sudah dijejali kalo pancasila itu thogut. Pemerintah zalim. Indonesia harus ganti sistem. Iya, aq pernah percaya dan merindukan khilafah. Kayanya kalo ga insaf, aq skrg adalah follower babang Felix gitu deh, uwuwuwuwuwu. KHILAFAH ADALAH SOLUSY!!!!1!!!
Memang dari dulu juga kontra sama pemerintahan, karena jelas mereka punya kepentingan politik. Kelompok ini baru pro sama penguasa kalo penguasa tsb merangkul mereka. Semacam simbiosis mutualisme. Termasuk yg terjadi sekarang. Hehe. Ngerti lah ya
7. Yang paling parah, saya percaya kalo aksi bom bunuh diri itu JIHAD dan para pelakunya PEJUANG di jalan Allah. Ini hal paling saya sesali. Kemanusiaan saya lenyap hanya karena saya percaya mereka tengah berjuang menegakkan agama Allah
Menurut saya puncak kengerian dari mendukung gerakan radikalis itu adalah ketika kemanusiaanmu lenyap. Tidak apa2 ada bom. Ada kehancuran. Itu semua demi tegaknya agama Allah kelak.
Setiap kali ada bom bunuh diri yg merenggut nyawa, saya seakan merasa itu jihad jihad jihad! Begitu menggelora semangat juang di dalam dada..

Betapa hina pemikiran saya dulu. Itu sama saja seperti menganggap Allah haus darah...
Saya kala itu percaya Amrozi pahlawan. Imam Samudera pahlawan. Karena saya membaca liputan di majalah itu tentang spirit kepahlawanan mereka.

Ngeri kalo diinget-inget lagi. Saya ga sadar saya sedang mendukung pembunuh. Saya sedang merayakan tragedi kemanusiaan.
Saya meminta maaf kepada seluruh korban aksi bom, karena nurani saya dulu terbutakan. Saya telah mendukung pembunuh kalian, perusak hidup kalian. Bagi korban selamat, semoga hidup kalian lebih baik, semoga selalu dilindungi. Maafkan saya yang pernah khilaf..
Begitulah proses saya brkenalan sampai akhirnya mendukung gerakan intoleran radikal. Inti dari thread ini:
1. Media propaganda mereka berupa apa saja. Online maupun offline, trmasuk media cetak.Saya yakin saya bukan satu2nya pelanggan majalah yg akhirnya mndukung gerakan radikal
2. Ada proses panjang bagaimana seseorang akhirnya menjadi pendukung gerakan intoleran radikal. Diawali dari mengajak mereka hijrah untuk merasakan atmosfir keagamaan. Iya, ga bs dipungkiri kalo seruan hijrah ini bukan tanpa embel-embel. Hijrah ini hanya semacam pembuka

Dikutip dari akun twitter: @HanaNuraini90

Bendera Kalimah Tauhid HTI

Bendera Kalimah Tauhid HTI
Bendera Kalimah Tauhid yang dipakai Rasulullah itu seperti apa? Apakah seperti bendera HTI ISIS Al Qaidah dan Arab Saudi? Berikut penjelasan singkat dari kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun

Twitter Sam Ardi:
Seorang 'alim, sosiolog dan sejarawan muslim bernama Ibnu Khaldun pernah menulis sebuah kitab yang menjadi rujukan para sarjana baik muslim maupun Barat, kitab tersebut berjudul Muqaddimah (Ind: Pengantar)

Pada kitab tersebut, saya menemukan pembahasan khusus mengenai royah (bendera) dan liwa (panji). Menurut Ibnu Khaldun di dalam kitabnya halaman 201, bendera dan panji merupakan atribut khas pemimpin yg membedakan dia dg pemimpin lainnya.

Masih di halaman yang sama Ibnu Khaldun menuturkan bahwa pengibaran bendera dan panji, dilakukan pada saat situasi perang, disertai pukulan terhadap genderang serta tiupan terompet.

Apa maksud semua itu? Mengapa di dalam medan perang perlu memperlihatkan itu semua? Menurut Ibnu Khaldun, ini merupakan bentuk perang urat syaraf sebelum perang sesungguhnya karena itu semua mempengaruhi emosional orang-orang yang berada di sekitar medan perang

Di halaman selanjutnya, 202, dijelaskan oleh Ibnu Khaldun, bendera perlu diperbanyak dan dibentangkan bertujuan menimbulkan rasa takut terhadap musuh. Hal ini untuk menimbulkan reaksi psikologis atas diperlihatkannya simbol-simbol tersebut

Ibnu Khaldun menjelaskan pula bahwa bendera dipergunakan sebagai si'ar perang sejak dunia diciptakan. Pun demikian dengan masa Rasulullah dan para khalifah setelahnya.

Dinasti Abbasiyah dan setelahnya juga menggunakannya. Tidak ada ukuran dan model spesifik, sehingga antar Dinasti yang berkuasa setelah Khulafa al Rasyidin berbeda-beda warna dan bentuknya.

Ibnu Khaldun memberikan contoh, pada Dinasti Abbasiyah, royah atau bendera mereka menggunakan warna hitam dg maksud sebagai bentuk bela sungkawa terhadap para syuhada Bani Hasyim dan sebagai celaan kepada Bani Umayah yang membunuh mereka. Royah tadi diberi nama al Musawwadah

Bani Thalib saat itu juga menggunakan bendera berwarna putih dg nama al Mubayyadhah. Al Ma'mun ketika naik tahta tidak juga menggunalan warna hitam atau putih, tetapi dia menggunakan warna hijau.

Pindah tempat dan linimassa, kita ke Andalusia di Eropa. Menurut Ibnu Khaldun, pada masa Sultan Abu al Hasan, royah dibuat dari kain sutera dan dihiasi oleh emas.

Pada masa daulah Turki, mereka juga membuat bendera yang besar, yg pada ujungnya dipasang ikatan rambut. Mereka menamakan al Syaalisya dan al Jinra, keduanya merupakan penanda atau atribut Sultan

Pada masa tersebut saking banyaknya bendera yang dibuat, mereka memberikan nama bendera-bendera itu dg nama al Sanajiq, bentuk jamak dari sanjaq, artinya bendera. Para panglima dan pejabat boleh membuat, kecuali al Jinra, karena itu khusus untuk Sultan.

Begitulah penuturan Ibnu Khaldun di dalam kitabnya Muqaddimah, selesai di halaman 203.

Twitter Nadirsyah Hosen: "HTI itu pondasinya rapuh. Pakai Hadits khilafah ‘ala minhajin nubuwwah: ternyata dha’if. Mengklaim pakai bendera Rasul: ternyata Haditsnya dha’if. Orang NU pakai Hadits dha’if itu utk fadhail amal, bukan utk ngancurin NKRI yg berdiri atas perjuangan & kesepakatan para ulama."

“Mayoritas Ulama berpendapat makruhnya menulis ayat-ayat Al-Quran dan Kalimat Thoyyibah pada tembok, bendera, atap rumah dan lain sebagainya. Bahkan, sebagian ulama mengatakan haram. (Tafsir Al-Qurtubi)